Penerapan E-Parkir di Pasar Sido Makmur Blora, PAD Melonjak hingga 800 Persen
- account_circle
- calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

Blora, JejakBlora.id – Penerapan sistem parkir elektronik (e-parkir) di Pasar Sido Makmur Blora mencatatkan hasil yang luar biasa. Sejak beralih dari sistem manual ke digital, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir melonjak hingga 800 persen, sekaligus melampaui target yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Blora.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Kabupaten Blora, Kiswoyo, mengungkapkan bahwa sebelum digitalisasi, penerimaan parkir di Pasar Sido Makmur hanya berkisar Rp1,1 juta per hari atau sekitar Rp33 juta per bulan.
“Setelah e-parkir diterapkan, pendapatan rata-rata melonjak drastis menjadi sekitar Rp10 juta per hari atau setara Rp300 juta per bulan,” ujar Kiswoyo.
Ia menjelaskan, selama periode Januari–Juni 2025, sebelum penerapan e-parkir, pendapatan parkir per hari rata-rata Rp1.100.000. Dalam enam bulan, total pendapatan yang berhasil dikumpulkan hanya sekitar Rp200.200.000.
Namun setelah sistem e-parkir diterapkan pada Juli–Desember 2025, pendapatan parkir melonjak tajam hingga mencapai Rp1.762.458.000. Dengan demikian, total pendapatan parkir Pasar Sido Makmur sepanjang tahun 2025 tercatat sebesar Rp1.962.658.000.
“Proyeksi kami di tahun 2026, PAD dari e-parkir Pasar Sido Makmur bisa mencapai sekitar Rp3,65 miliar,” tegasnya.

Menurut Kiswoyo, transisi ke sistem digital ini dilakukan tidak hanya untuk meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga sebagai bentuk pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Sebelumnya, pengelolaan parkir manual di Pasar Sido Makmur dinilai belum optimal. Berbagai persoalan kerap muncul, mulai dari juru parkir yang tidak terdata secara jelas, penataan kendaraan yang semrawut, hingga keluhan pengunjung yang harus membayar parkir lebih dari satu kali dalam satu kunjungan.
Melalui sistem e-parkir, seluruh data kendaraan yang keluar-masuk pasar dapat dipantau secara real-time melalui dashboard daring. Seluruh pendapatan parkir juga langsung disetorkan secara bruto ke kas daerah, sehingga meminimalkan potensi pungutan liar (pungli) maupun kebocoran anggaran.
Penerapan e-parkir ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan Blora sebagai Smart City. Meski sempat menghadapi kendala teknis, seperti pemadaman listrik dan antrean kendaraan, pihak dinas telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi.
“Kami sudah menyiapkan genset untuk mengantisipasi listrik padam serta menambah jumlah pintu keluar guna mengurai antrean. Tahun ini juga akan ditambah pintu khusus kendaraan roda dua dengan sistem cashless mandiri,” jelas Kiswoyo.
Terkait keberlangsungan juru parkir lama, pemerintah daerah memastikan mereka tetap diberdayakan. Para juru parkir lama diprioritaskan dan diberikan pelatihan khusus agar mampu mengoperasikan sistem digital tersebut.
Lebih lanjut, Kiswoyo menyampaikan bahwa keberhasilan e-parkir di Pasar Sido Makmur akan dijadikan pilot project. Pada tahun ini, Pemerintah Kabupaten Blora berencana memperluas penerapan e-parkir ke tiga pasar rakyat lainnya di wilayah Blora.
Masyarakat pun diimbau untuk mendukung penuh sistem ini. Dengan membayar parkir secara resmi melalui sistem digital, warga turut berkontribusi langsung terhadap peningkatan PAD demi pembangunan Kabupaten Blora yang lebih modern, transparan, dan akuntabel.(jb)
- Penulis:

Saat ini belum ada komentar