DP4 Blora Salurkan 21 Unit Alsintan dari APBN 2026, Dukung Produktivitas Petani
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 29 Okt 2026
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Penyaluran Alsintan Disalah Satu Kelompok Tani di Blora
Blora, JejakBlora.id – Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 kepada kelompok tani di Kabupaten Blora.
Bantuan tersebut terdiri atas lima jenis alsintan dengan total 21 unit, yakni dua unit traktor roda empat, lima unit traktor roda dua, dua unit rice transplanter atau mesin tanam padi, 10 unit pompa air, serta dua unit power thresher atau mesin perontok padi.
Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari upaya mendukung kegiatan budidaya pertanian, meningkatkan efisiensi kerja petani, serta mendorong produktivitas pertanian di Kabupaten Blora.
Berdasarkan daftar penerima bantuan alsintan APBN Tahun Anggaran 2026, bantuan tersebut dialokasikan kepada kelompok tani di sejumlah desa yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Blora.
Untuk bantuan pompa air, penerimanya antara lain Poktan Umpak Baru I di Desa Sonokulon dan Bumi Makmur di Desa Sambeng, Kecamatan Todanan. Sementara itu, bantuan traktor roda dua diberikan kepada Poktan Tunas Muda di Desa Dringo, Kecamatan Todanan.
Adapun bantuan traktor roda empat dialokasikan kepada kelompok tani di Desa Tambaksari, Kecamatan Blora, dan Desa Kebonrejo, Kecamatan Banjarejo.
Sofwan Rifa’i selaku <span;>Kabid Sarana dan Prasarana (Sarpras) DP4 Blora, saat dikonfirmasi berharap bantuan alsintan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk membantu petani dalam menjalankan kegiatan budidaya pertanian.
Menurutnya, keberadaan alat dan mesin pertanian diharapkan mampu memudahkan pekerjaan petani, mulai dari pengolahan lahan hingga proses penanaman dan penanganan hasil panen.
“Harapannya, bantuan ini bermanfaat untuk membantu memudahkan petani melaksanakan budidaya pertanian, sehingga hasilnya bisa dinikmati langsung oleh petani,” ujar Sofwan.
Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan bantuan secara tertib dan terorganisasi agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
“Bantuan harus dikelola dengan baik, termanajemen dengan baik, untuk kesejahteraan petani bersama,” tambahnya, Kamis (29/10/2026).
Sementara itu, berdasarkan keterangan dari Sofwan mekanisme penyaluran, bantuan yang berasal dari aspirasi anggota DPR RI Firman Soebagyo dijadwalkan diambil pada hari Selasa (27/10/2026) lalu.
Namun, apabila kelompok tani penerima berhalangan hadir sesuai jadwal tersebut, pengambilan dapat dilakukan setelahnya dengan tetap dilayani oleh pihak terkait.
Mekanisme ini diharapkan memudahkan kelompok tani dalam menerima bantuan sesuai jadwal dan kesiapan masing-masing.
Dengan adanya bantuan alsintan dari APBN 2026 tersebut, diharapkan kelompok tani di Kabupaten Blora dapat meningkatkan efektivitas kegiatan pertanian sekaligus memperkuat upaya peningkatan kesejahteraan petani.
Tentunya pengelolaan dan pemanfaatan bantuan secara bertanggung jawab menjadi faktor penting agar fasilitas yang diberikan pemerintah benar-benar mendukung kebutuhan pertanian dan memberikan manfaat bagi anggota kelompok tani.
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar