Cicipi Beras Mentik Susu dari Desa Sumber, Bupati Blora: Pulen dan Enak!
- account_circle
- calendar_month Senin, 9 Mar 2026
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

Keradenan, JejakBlora.id – Semangat petani muda di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora dalam mengembangkan pertanian organik mendapat apresiasi langsung dari Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman.
Hal itu setelah orang nomor satu di Blora tersebut menerima kiriman beras organik varietas Mentik Susu hasil budidaya petani milenial setempat. Beras organik tersebut diproduksi oleh petani yang tergabung dalam Asosiasi Petani Organik Selaras Alam Sejahtera Desa Sumber.
Produk tersebut menjadi bukti bahwa generasi muda mulai berperan aktif dalam mengembangkan pertanian ramah lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Bupati Blora mengaku senang dan mengapresiasi semangat para petani muda yang konsisten mengembangkan pertanian organik di desanya.
“Alhamdulillah saya mendapat kiriman istimewa berupa beras organik varietas Mentik Susu dari petani milenial Desa Sumber. Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas semangat dan dedikasi mereka dalam mengembangkan pertanian organik di desa,” ungkap Arief Rohman, Sabtu (7/3/2026).
Menurutnya, pertanian organik memiliki banyak keunggulan, di antaranya mampu menjaga kesehatan tanah serta meningkatkan kesuburan lahan dalam jangka panjang. Selain itu, produk pangan organik juga dinilai memiliki kualitas yang lebih baik.Ia bahkan mengaku telah mencoba beras tersebut setelah dimasak menjadi nasi.
“Setelah dimasak, nasinya terasa pulen dan enak. Saya selalu mendukung program padi organik seperti ini. Keren sekali petani milenial Desa Sumber,” ungkapnya.
Salah satu petani organik Desa Sumber, Rakam, mengatakan dukungan dari pemerintah daerah menjadi motivasi tersendiri bagi para petani, khususnya generasi muda, untuk terus mengembangkan pertanian organik.
“Kami semakin semangat menanam padi organik, apalagi Pak Bupati sangat mendukung program ini dan siap membantu jika ada kendala saat musim tanam maupun panen,” katanya.
Rakam menjelaskan, pada tahap awal pertanian organik memang membutuhkan tenaga kerja lebih banyak dibandingkan sistem konvensional. Namun dari sisi bahan baku, pertanian organik justru lebih hemat karena memanfaatkan bahan alami yang tersedia di sekitar lahan.
“Dalam jangka panjang biaya pertanian organik akan semakin murah karena bahan organik di tanah sudah terakumulasi. Petani juga bisa memanfaatkan jerami sisa panen yang dikembalikan ke sawah sebagai sumber bahan organik alami,” jelasnya.
Ia menambahkan, proses pemupukan dilakukan dengan memasukkan kompos saat pengolahan lahan. Kompos tersebut kemudian dicampur secara merata menggunakan traktor.
Selain itu, pemupukan susulan dilakukan saat kegiatan osrok, yaitu penyiangan atau pembersihan gulma pada tanaman padi. Dalam satu musim tanam, kegiatan osrok dilakukan hingga empat kali.
“Setidaknya ada empat kali osrok selama masa budidaya, yaitu membersihkan gulma agar pertumbuhan padi tetap optimal,” tambahnya.
Ke depan, kelompok petani organik Selaras Alam Sejahtera berharap dapat memiliki fasilitas pascapanen sendiri seperti alat pengering dan penggiling padi agar kualitas beras organik tetap terjaga.
“Selama ini kami masih menggunakan selepan umum yang juga dipakai untuk padi konvensional, sehingga kadang beras organik bisa tercampur dengan beras biasa,” ujarnya.
Beras organik Mentik Susu produksi petani milenial Desa Sumber saat ini dijual dengan harga Rp20 ribu per kilogram dan dipasarkan dalam kemasan 2 kilogram. Selain dijual secara langsung, produk tersebut juga dipasarkan melalui media sosial untuk menjangkau pasar yang lebih luas.Bupati Blora berharap ke depan semakin banyak generasi muda yang tertarik menekuni sektor pertanian, khususnya pertanian organik.
“Saya berharap semakin banyak anak muda yang bangga bertani secara organik. Jangan pernah malu turun ke sawah, karena petani itu keren,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung produk pertanian lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian pangan daerah. Dengan dukungan masyarakat, diharapkan produk beras organik dari petani Blora dapat terus berkembang dan memiliki nilai ekonomi yang semakin tinggi.(jb)
- Penulis:

Saat ini belum ada komentar