Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » M. Fuad Mushofa, Menjaga Nurani Publik dari Pinggiran Blora

M. Fuad Mushofa, Menjaga Nurani Publik dari Pinggiran Blora

  • account_circle
  • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Blora, JejakBlora.id — Di tengah hiruk-pikuk kebijakan dan regulasi pemerintah, selalu ada suara-suara yang memilih berjalan sendiri, sunyi, namun konsisten. M. Fuad Mushofa adalah salah satunya.

Sejak 2012, ia menempatkan diri sebagai single fighter, mengkritisi kebijakan publik mulai dari tingkat desa hingga kabupaten di Kabupaten Blora.Lahir di Desa Sasak, Buluroto, Kecamatan Banjarejo, pada 14 April 1985, Fuad tumbuh dari lingkungan desa yang sederhana. Nilai kejujuran, keberanian, dan keberpihakan pada masyarakat kecil menjadi bekal hidupnya.

Kini, sebagai ayah dua orang anak, ia menetap di Desa Kacangan, Kecamatan Todanan, menjalani keseharian sebagai warga biasa yang memilih tetap peduli pada urusan publik, “saya ini bukan siapa-siapa. Bukan pejabat, bukan politisi. Saya hanya warga yang ingin kebijakan pemerintah berjalan lurus dan tidak merugikan masyarakat,” ujar Fuad.

Nama Fuad mulai dikenal luas pada tahun 2021, ketika ia aktif membongkar dugaan kasus e-Warung fiktif di Kabupaten Blora. Langkah tersebut membuatnya mendapat sorotan publik, sekaligus mempertegas posisinya sebagai pengkritik kebijakan yang tak mudah gentar.

Menurut Fuad, keberanian bersuara sering kali lahir dari rasa tanggung jawab sebagai warga negara,” kalau kita tahu ada yang tidak beres lalu diam, berarti kita ikut membiarkan. Saya memilih bersuara, meski risikonya tidak kecil,” katanya.

Pada tahun 2022, Fuad kembali mengawal persoalan Peraturan Desa (Perades). Ia menilai regulasi desa kerap luput dari perhatian, padahal dampaknya sangat dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Desa itu pondasi pemerintahan. Kalau di desa sudah tidak beres, ke atasnya pasti ikut bermasalah,” ucapnya kepada JejakBlora.id, Selasa (6/1/2025).

Salah satu capaian penting dari konsistensinya adalah ketika ia membongkar kasus honorarium narasumber tahun anggaran 2021. Dari proses pengawalan tersebut, terjadi pengembalian anggaran hingga Rp5,3 miliar ke kas daerah. Bagi Fuad, capaian itu bukan soal angka, melainkan soal keberpihakan pada uang rakyat.

“Uang negara itu uang masyarakat. Setiap rupiah harus bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Meski kerap berada di posisi berseberangan dengan kebijakan pemerintah, Fuad menegaskan bahwa kritik yang ia sampaikan bukanlah bentuk permusuhan.

“Saya tidak anti pemerintah. Justru saya ingin pemerintah kuat, tapi kuat karena benar dan transparan,” tuturnya.

Hingga kini, M. Fuad Mushofa tetap konsisten menjalani perannya sebagai kontrol sosial. Dari pinggiran Blora, ia terus menjaga nurani publik—membuktikan bahwa keberanian satu orang, meski tanpa kekuasaan, dapat memberi dampak nyata bagi kepentingan bersama.(jb)

  • Penulis:

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cicipi Beras Mentik Susu dari Desa Sumber, Bupati Blora: Pulen dan Enak!

    Cicipi Beras Mentik Susu dari Desa Sumber, Bupati Blora: Pulen dan Enak!

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Keradenan, JejakBlora.id – Semangat petani muda di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora dalam mengembangkan pertanian organik mendapat apresiasi langsung dari Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman. Hal itu setelah orang nomor satu di Blora tersebut menerima kiriman beras organik varietas Mentik Susu hasil budidaya petani milenial setempat. Beras organik tersebut diproduksi oleh petani yang […]

  • Pria Diduga Pamer Alat Kelamin Resahkan Perempuan di Jalan Ngumbul–Watuondo, Guru SD Minta Polisi Bertindak

    Pria Diduga Pamer Alat Kelamin Resahkan Perempuan di Jalan Ngumbul–Watuondo, Guru SD Minta Polisi Bertindak

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Todanan, JejakBlora.id – Aksi seorang pria tak dikenal yang diduga kerap mempertontonkan alat kelaminnya kepada perempuan yang melintas di ruas jalan Ngumbul–Watuondo atau kawasan hutan RKPH Watuondo, Desa Ngumbul, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, meresahkan warga. Salah satu korban yang berprofesi sebagai guru SD mengaku berharap aparat segera mengambil tindakan sebelum menimbulkan korban lain. Kepada JejakBlora.id, […]

  • Jelang Keberangkatan 14 November, 40 Jamaah Zahiya Ilma Wisata Ikuti Manasik Umroh Ketiga

    Jelang Keberangkatan 14 November, 40 Jamaah Zahiya Ilma Wisata Ikuti Manasik Umroh Ketiga

    • calendar_month Minggu, 1 Nov 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Kunduran, JejakBlora.id – Sebanyak 40 jamaah Biro Umroh Zahiya Ilma Wisata mengikuti kegiatan manasik umroh ketiga yang digelar di Aula Desa Bejirejo, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Minggu (1/11/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian persiapan para jamaah sebelum diberangkatkan menuju Tanah Suci pada Sabtu, 14 November 2026. Manasik dipandu oleh Sri Suprihatin selaku Tour Leader […]

  • HPN 2026: Pers Harus Tetap Tegak, Meski Diuji Zaman

    HPN 2026: Pers Harus Tetap Tegak, Meski Diuji Zaman

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Blora, JejakBlora.id – Setiap tanggal 9 Februari, insan pers di seluruh Indonesia memperingati Hari Pers Nasional (HPN). Bagi kami di JejakBlora.id, HPN 2026 bukan sekadar penanda sejarah lahirnya pers nasional, melainkan momentum untuk kembali bertanya: sejauh mana pers masih setia pada tugas utamanya menyampaikan kebenaran dan mencerdaskan publik. Di tengah kemajuan teknologi informasi yang begitu […]

  • Gethuk Tempe Goreng, Kuliner Tradisional Khas Warga Blora yang Tetap Lestari

    Gethuk Tempe Goreng, Kuliner Tradisional Khas Warga Blora yang Tetap Lestari

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Blora, JejakBlora.id – Di antara ragam kuliner tradisional Blora, gethuk tempe goreng menempati ruang tersendiri di hati masyarakat. Sajian sederhana berbahan dasar singkong dan tempe ini telah lama menjadi bagian dari keseharian warga, terutama sebagai menu sarapan atau teman minum teh di pagi dan sore hari. Gethuk tempe goreng dibuat dari singkong yang dihaluskan, dipadukan […]

  • Kirab Gunungan Meriahkan Sedekah Bumi Dukuh Doglik, Desa Cokrowati

    Kirab Gunungan Meriahkan Sedekah Bumi Dukuh Doglik, Desa Cokrowati

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Todanan, JejakBlora.id – Suasana meriah mewarnai pelaksanaan tradisi sedekah bumi di Dukuh Doglik, Desa Cokrowati, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora. Dalam rangkaian acara tersebut, warga menggelar kirab gunungan berisi hasil panen sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki dan keberkahan yang telah diterima. Gunungan yang dihias aneka hasil bumi seperti sayuran, buah-buahan, dan hasil pertanian lainnya diarak […]

expand_less