Dari Sawah ke Destinasi Wisata: Jejak Panjang Perjuangan Kades Tinapan Membangun Wisata Banyu Bening (WBB)

banner 400x130

Todanan, JejakBlora.id – Wisata Banyu Bening (WBB) di Desa Tinapan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, tidak lahir dari proses instan. Ia tumbuh pelan, melalui kesabaran panjang, dialog yang berulang, serta keberanian untuk berubah bersama warga.

Di balik geliat wisata desa yang kini mulai dikenal luas itu, tersimpan jejak perjuangan Kepala Desa Tinapan, Istono. Ia memilih jalan musyawarah sebagai fondasi pembangunan, memastikan setiap langkah perubahan tidak meninggalkan masyarakatnya sendiri.

Bacaan Lainnya

Kawasan yang kini menjelma menjadi destinasi wisata sebelumnya merupakan lahan persawahan milik Pemerintah Kabupaten Blora yang digarap warga.

Menyadari potensi alam desa yang besar, Istono tidak mengambil langkah sepihak. Ia membangun pendekatan persuasif, mengajak warga berdiskusi dari hati ke hati, serta memastikan perubahan fungsi lahan tidak memutus mata pencaharian masyarakat.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Desa Tinapan membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Melalui wadah ini, warga dilibatkan sejak tahap perencanaan hingga pengelolaan. Prosesnya pun tidak singkat. Berbagai dinamika muncul, terlebih ketika keterbatasan anggaran membuat pembangunan harus dilakukan secara bertahap.

Eksekusi pengelolaan lahan dimulai pada 2020 dan mulai berjalan lebih nyata pada 2021. Dalam perjalanannya, pengelolaan sempat tersendat, bahkan nyaris terhenti.

Namun semangat gotong royong dan keyakinan bahwa wisata desa dapat menjadi penggerak ekonomi lokal membuat upaya tersebut terus dilanjutkan. Hingga akhirnya, Wisata Banyu Bening resmi diresmikan pada 2024.

“Jadi, WBB ini diresmikan tahun 2024 lalu,” ujar Istono, sembari santap siang di resto WBB, Senin (9/2/2026).

Kini, WBB Tinapan menawarkan beragam wahana, mulai dari Tubing Fun, kolam renang, hingga konsep tangkap ikan langsung dimasak. Dari sisi kuliner, wisata ini memiliki menu khas yang menjadi daya tarik tersendiri, yakni nila bledos dan patin bledos.

Lebih dari sekadar ruang rekreasi, keberadaan WBB membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Desa Tinapan. Menariknya, warga yang sebelumnya menggarap lahan persawahan kini justru menjadi bagian penting dalam operasional wisata, mulai dari pengelola hingga pekerja harian.

Pada 2026 ini, Wisata Banyu Bening Tinapan mendapat kepercayaan menjadi lokasi kegiatan “Wartawan Menanam” dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Blora.

Kegiatan tersebut menjadi pengakuan tersendiri bahwa WBB tidak hanya bernilai wisata, tetapi juga mengandung pesan edukasi serta kepedulian terhadap lingkungan.Istono berharap, keterlibatan WBB dalam agenda HPN 2026 menjadi momentum untuk semakin memperkenalkan wisata desa kepada masyarakat luas.

“Saya berharap Wisata Banyu Bening Tinapan ke depan bisa semakin maju, memberi manfaat yang lebih besar bagi warga, dan menjadi kebanggaan desa,” ujarnya.

Dari lahan sawah yang dahulu sunyi, Banyu Bening kini menjelma menjadi ruang harapan, sebuah bukti bahwa pembangunan desa akan bermakna ketika dijalankan dengan kesabaran, kebersamaan, dan keberpihakan pada masyarakat. (jb)

banner 300x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *