Ahli Gizi Dapur SPPG Bypass Cepu Pastikan Standar Gizi dan Keamanan Pangan Terpenuhi

BLORA, JejakBlora.id – Dapur SPPG Blora Cepu Cepu 2 atau Dapur SPPG Bypass Cepu menerapkan pengawasan ketat dalam penyediaan makanan bagi siswa. Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan setiap porsi makanan memenuhi standar gizi serta keamanan pangan. Tugas ini dijalankan oleh Ahli Gizi dapur, Cantika Novita Sari.

Cantika menjelaskan bahwa dapur SPPG Blora Cepu Cepu 2 telah menggunakan pedoman gizi nasional sebagai acuan penyusunan menu harian bagi siswa. Penerapan standar ini bertujuan menjaga keseimbangan asupan gizi makro dan mikro bagi anak-anak usia sekolah.

Bacaan Lainnya

“Standar gizi yang digunakan di SPPG Blora Cepu Cepu 2 sudah menggunakan pedoman Isi Piringku,” ungkap Cantika Novita Sari.

Pedoman Isi Piringku mengatur komposisi seimbang antara karbohidrat, protein, sayuran, dan buah dalam setiap porsi makanan yang disajikan.

Untuk menjaga kesesuaian porsi dalam jumlah besar, Cantika menerapkan sistem gramasi yang terukur saat proses pemorsian. Metode ini dilakukan dengan bantuan timbangan dan alat cetak khusus.

“Cara untuk memastikan porsi sesuai dengan kebutuhan siswa saat pemorsian, saya berikan contoh gramasi sesuai dengan timbangan dan menggunakan alat bantu cetakan. Contohnya cetakan pada nasi, dan untuk sayur menggunakan sendok sayur yang sudah ada takarannya,” jelasnya.

Pengawasan juga dilakukan sejak tahap penerimaan bahan baku. Setiap bahan yang datang dari pemasok diperiksa langsung untuk memastikan kesegaran dan kelayakan konsumsi.

“Saat barang datang ada yang tidak segar, barang tersebut akan ditimbang dan akan dikembalikan ke supplier untuk diganti dengan barang yang baru,” tegas Cantika.

Selain itu, dapur SPPG Blora Cepu Cepu 2 juga menerapkan perbedaan perhitungan kalori bagi siswa Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. Penyesuaian dilakukan berdasarkan kebutuhan gizi masing-masing kelompok usia.

“Perhitungan kalori untuk anak SD dan SMP di dapur SPPG Blora Cepu Cepu 2 perbedaannya pada kebutuhan karbohidrat,” pungkas Cantika Novita Sari.

Pos terkait